Dua larangan dimaksud adalah Aremania tidak boleh memakai atribut Arema dan tidak naik kereta api.
Ribuan Aremania akan memulai perjalanan ke GBK dari Kota Malang, Sabtu (2/4/2016) pagi. Mereka dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB.
Titik pertemuan adalah seputar kantor Arema di Jalan Kertanegara, Patung Singa dan Stasiun Malang Baru, Kota Malang.
Ketiga lokasi ini berdekatan. Sebanyak 26 bus akan mengangkut ribuan Aremania. Aremania itu berasal dari Malang Raya (Kota dan Kabupaten Malang, serta Kota Batu).
Bus tersebut merupakan sumbangan dari tiga pemerintah daerah, masing-masing 11 unit dari Pemkab Malang, 10 dari Pemkot Malang, dan lima dari Pemkot Batu.
Jika satu bus berisikan 50 orang, maka keseluruhan bus bisa mengangkut sekitar 1.300 orang. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan estimasi Aremania asal Malang Raya yang akan "membirukan" GBK.
Panitia tur memperkirakan ada 5.000-an suporter asal Malang Raya yang akan menuju Jakarta.
Namun
demi keamanan mereka, polisi melakukan pengawalan ketat. Tidak hanya
pengawalan ketat, polisi juga menyertakan dua syarat itu, yakni tidak
memakai atribut Arema di perjalanan dan tidak memakai kendaraan kereta
api.
Sehingga ketika rapat koordinasi antara Aremania dan Polda Jatim di Aula Mapolres Malang Kota, Aremania meminta ketiga pemerintah daerah menyediakan armada bus, Jumat (1/4/2016).
"Kami melarang mengendarai kereta api karena pengawalannya sulit, kalau pakai bus lebih mudah," ujar Kepala Biro Operasional Polda Jatim Kombes Pol M Arief Pranoto.
Larangan ini terutama bagi rombongan besar. Jika suprter tidak tergabung di rombongan besar, bisa memakai kendaraan apa pun asalkan tidak memakai atribut Arema di perjalanan.
Aremania yang mengendarai bus yang dikawal ketat polisi juga tidak boleh memakai atribut Arema selama perjalanan.
"Boleh makai ketika sudah di stadion, kalau di perjalanan tidak ada identitas (atribut Arema, red)," tegas Arief.
Rombongan besar dari Malang Raya mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Bisa disebut ketat karena ada tiga unit mobil Patwal Lalu Lintas yang akan mengawal mereka. Ketiga unit mobil itu ditempatkan di depan rombongan, tengah, dan penutup rombongan.
Tidak hanya itu, di dalam setiap bus, juga ada dua orang polisi berseragam dan memakai senjata api.
Tidak hanya itu saja, Arief Pranoto juga ikut dalam iring-iringan itu. Arief akan didampingi tiga kepala bagian operasional Polres Malang Kota, Polres Malang, dan Polres Batu.
Satu pleton atau 30 personel Satuan Brimob Polda Jatim Detasemen B Pelopor tergabung dalam satu bus, begitu juga satu bus berisi satu pleton Dalmas Polda Jatim.
Mereka berangkat beriringan dari Kota Malang. Berdasarkan instruksi dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepolisian Resor yang daerahnya dilewati rombongan Aremania melakukan pengawalan ketika melintasi masing-masing Polres.
"Instruksi dari Bapak Kapolri, nantinya masing-masing Polres yang dilewati akan mengawal juga. Ini demi aman dan lancarnya perjalanan Aremania," tegas Arief.
Sehingga ketika rapat koordinasi antara Aremania dan Polda Jatim di Aula Mapolres Malang Kota, Aremania meminta ketiga pemerintah daerah menyediakan armada bus, Jumat (1/4/2016).
"Kami melarang mengendarai kereta api karena pengawalannya sulit, kalau pakai bus lebih mudah," ujar Kepala Biro Operasional Polda Jatim Kombes Pol M Arief Pranoto.
Larangan ini terutama bagi rombongan besar. Jika suprter tidak tergabung di rombongan besar, bisa memakai kendaraan apa pun asalkan tidak memakai atribut Arema di perjalanan.
Aremania yang mengendarai bus yang dikawal ketat polisi juga tidak boleh memakai atribut Arema selama perjalanan.
"Boleh makai ketika sudah di stadion, kalau di perjalanan tidak ada identitas (atribut Arema, red)," tegas Arief.
Rombongan besar dari Malang Raya mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Bisa disebut ketat karena ada tiga unit mobil Patwal Lalu Lintas yang akan mengawal mereka. Ketiga unit mobil itu ditempatkan di depan rombongan, tengah, dan penutup rombongan.
Tidak hanya itu, di dalam setiap bus, juga ada dua orang polisi berseragam dan memakai senjata api.
Tidak hanya itu saja, Arief Pranoto juga ikut dalam iring-iringan itu. Arief akan didampingi tiga kepala bagian operasional Polres Malang Kota, Polres Malang, dan Polres Batu.
Satu pleton atau 30 personel Satuan Brimob Polda Jatim Detasemen B Pelopor tergabung dalam satu bus, begitu juga satu bus berisi satu pleton Dalmas Polda Jatim.
Mereka berangkat beriringan dari Kota Malang. Berdasarkan instruksi dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepolisian Resor yang daerahnya dilewati rombongan Aremania melakukan pengawalan ketika melintasi masing-masing Polres.
"Instruksi dari Bapak Kapolri, nantinya masing-masing Polres yang dilewati akan mengawal juga. Ini demi aman dan lancarnya perjalanan Aremania," tegas Arief.
Posting Komentar